Mahasiswa Teknik Universitas Widya Gama Malang menyelenggarakan kegiatan kaderisasi bertema Merangkai Potensi Menggerakkan Inovasi, Menguatkan Solidarity pada tanggal 25–27 September 2026 yang bertempat di Pantai Tamban, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk proses pembinaan dan pengembangan karakter mahasiswa baru Teknik Mesin Angkatan 2026. Pengkaderan tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan organisasi dan kehidupan kampus, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai solidaritas, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta rasa kekeluargaan antar mahasiswa Teknik Mesin.

Mengusung semangat kebersamaan, Machine Camp menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam identitas dan nilai-nilai yang menjadi dasar terbentuknya keluarga besar Teknik Mesin Universitas Widya Gama Malang. Melalui berbagai rangkaian kegiatan, peserta diajak untuk membangun komunikasi, memperkuat kerja sama, serta memahami pentingnya menjaga nama baik dan solidaritas organisasi.

Pemilihan Pantai Tamban sebagai lokasi kegiatan memberikan suasana yang berbeda dari lingkungan perkuliahan. Lingkungan alam terbuka menjadi tempat bagi peserta untuk membangun kedekatan, berinteraksi, dan belajar bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan selama kegiatan berlangsung.

Selain sebagai kegiatan pengenalan dan pembinaan, pengkaderan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa mahasiswa Teknik Mesin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga harus mempunyai karakter, integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan berorganisasi.

Melalui kegiatan Machine Camp, diharapkan terbentuk generasi mahasiswa Teknik Mesin yang memiliki rasa bangga terhadap identitas almamater, menjunjung tinggi nilai persaudaraan, dan mampu berkontribusi secara aktif dalam perkembangan organisasi maupun lingkungan kampus.

Salah satu nilai utama yang diajarkan dalam kegiatan ini adalah solidaritas. Nilai tersebut tidak hanya disampaikan melalui materi, tetapi juga diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari selama kegiatan berlangsung. Mulai dari makan bersama, menempati satu tenda, hingga menghadapi konsekuensi atau hukuman yang sama sebagai bentuk pembelajaran tentang kebersamaan dan tanggung jawab kelompok. Melalui pengalaman tersebut, peserta diajak memahami bahwa solidaritas bukan sekadar kata-kata, melainkan sikap saling mendukung, peduli, dan tidak meninggalkan satu sama lain.

Rangkaian kegiatan Machine Camp dimulai sejak pagi hari dengan olahraga ringan dan pemanasan bersama. Aktivitas tersebut menjadi awal untuk membangun semangat, kedisiplinan, serta kesiapan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. Setelah kegiatan pagi, peserta melanjutkan agenda hingga siang hari, kemudian memasuki alur kegiatan utama Machine Camp yang berlangsung sampai sore hari.

Selama tiga hari pelaksanaan, setiap pergantian hari diisi dengan materi dan rangkaian acara yang berbeda. Hal ini memberikan pengalaman dan pembelajaran yang beragam bagi peserta. Setiap kegiatan menjadi sarana untuk membangun pemahaman, memperkuat hubungan antar peserta, serta menanamkan nilai-nilai yang menjadi bagian dari identitas mahasiswa Teknik Mesin.

Pada akhirnya, Machine Camp bukan sekadar kegiatan pengkaderan, melainkan sebuah langkah awal dalam membangun ikatan persaudaraan dan menumbuhkan jiwa korps mahasiswa Teknik Mesin. Semangat kebersamaan yang telah dibangun diharapkan terus terjaga dan menjadi landasan untuk menciptakan keluarga besar Teknik Mesin yang solid, berkarakter, dan berintegritas.

Satu Teknik Mesin, Satu Solidaritas, Satu Keluarga.